Kambing Bakar Cairo, Bandung

Lokasi : Jl. Gegerkalong Hilir No.25, Bandung (dari sukajadi diterusin ke arah setiabudi, nanti ada lampu merah perempatan belok kiri ke geger kalong, sekitar 100-200m dari perempatan ada di sisi kiri)

Restoran Kambing Bakar Cairo cab. Gerlong

Holaa, kali ini saya akan melaksanakan review dari sebuah rumah makan yang menyajikan masakan berbahan dasar daging kambing non kolesterol di daerah Bandung agak sedikit ke atas yang bernama sesuai dengan judul, KAMBING BAKAR CAIRO! Sebenarnya restoran ini punya cabang juga di Bandung di Jl. Pelajar Pejuang 45 No.104 sama di Jakarta juga udah buka cabang di belakang TK Tarakanita, Barito, Jakarta Selatan, tapi saya belum sempat mencoba di kedua tempat tersebut, hehe.

Baiklah, untuk mempermudah menampilkan menu apa saja yang ada di sana, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil foto dari buku menunya langsung, hahaha. Silakan direview langsung harganya dan mempersiapkan kocek yang pas untuk menu yang diinginkan. Mohon maaf kalau fotonya kurang jelas, lagi-lagi kamera yang saya gunakan beresolusi rendah -__-“

Menu di Kambing Bakar Cairo, belum termasuk PPn 10%

Karena kali ini saya pergi berempat dengan teman-teman saya, maka jadilah kami memesan kambing bakar 500gr dan 250gr. Oia, fyi, yang 250gr dimakan sendirian oleh teman saya dan yang 500gr untuk bertiga. Menurut saya porsi yang paling pas adalah porsi 350gr untuk berdua (baik cewe-cewe, cewe-cowo, maupun cowo-cowo) atau 500gr untuk bertiga, karena itu sudah cukup mengenyangkan sekali. Daging kambing yang disajikan di sini sangat amat empuk, sampai-sampai sepertinya sudah tidak perlu lagi menggunakan pisau untuk memotongnya, kecuali ada bagian kulit yang sulit dipotong. Lalu walaupun saya sudah beberapa kali makan di sini, tapi saya baru saja tahu tadi kalau bagian kambingnya kita bisa memilih apakah mau bagian iga, punggung, atau paha. Wah, seru juga ya. Kalau bagian paha seperti yang kami pesan tadi nampaknya sang bumbu kurang meresap (atau kami saja yang lagi kurang beruntung) tapi banyak dagingnya, sementara biasanya saya memesan yang bagian iga dan itu super tasty, tapi banyak lemaknya sih. Jadi silakan saja memilih sesuai selera.

Makanan di sini menurut saya masih cukup bersahabat untuk mahasiswa, asal jangan sering-sering saja. Well, selain kurang baik untuk tekanan darah juga kurang baik untuk ketebalan dompet, haha. Oia, kalau memesan kambing bakar xxxgr + nasi, biasanya urutan penyajiannya adalah : si pramusaji akan mengantarkan kecap+sambel ijo+lada dan piring kecil berisi potongan timun, lalu baru datang si nasi, lalu terakhir si kambing bakarnya deh. Ini terjadi setiap kali saya ke sana, hahaha. Nah buat proses pembuatan si kambing bakar sendiri kurang lebih 15 menit dengan batas waktu (seharusnya) paling lama 20 menit. Ditulis kok di restorannya, jadi kalau lebih lama dari 20 menit, silakan saja kalau mau diprotes mah, hehe.

Nah, berhubung tadi kami ke sana dalam kondisi super lapar, sampai-sampai begitu kambing bakar sudah disajikan jadi saja kami langsung melahapnya tanpa sempat mengambil foto terlebih dahulu. Jadi sebagai penggantinya saya tampilkan foto kedua teman saya saja ya dan si piring berisi tulang paha yang besar, hehe. :p

Biyan & Roy dari IF08 + tulang paha si kambing bakar

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s