Revival, Ten Ten

Pirsawan, apa kabar? Kabar kami baik. Keprok keprok dulu setelah sekian lama tidak update blog. *keprok keprok*

Pada kesempatan berbahagian ini, izinkan saya cuap-cuap sebentar mengenai sebuah restoran di bilangan Jakarta Selatan, lebih tepatnya di PIM 1, yaitu Ten Ten. Ten Ten adalah restoran yang memberikan specialty hidangan tempura. Saya waktu itu penasaran aja, karena restonya looks cute and cozy, biasanya resto begitu makanannya worth time to taste. Lokasi resto ini di seberang Kafe Betawi di PIM 1, kalau tanya sama Pak Satpam juga bisa kowkz.

Ten Ten ternyata satu chain dengan Pepper Lunch yang membuat kepala saya wondering, rasanya sih bisa jadi jaminan, harganya? Terkadang harga makanan di Pepper Lunch suka terlalu ekstrem, sehingga setiap datang ke sana saya selalu pesan makanan yang sama, kalau variasi, bisa-bisa tipis juga dompet saya. Anyhow, saya pun pesan Fish Katsu Don, yaitu ikan tempura (sepertinya ikan dory) yang diletakkan di atas nasi, terus ada sayuran di pinggirnya yang dikasih dressing mayonnaise putih. Ada juga wortel yang diukir bunga (bukan wortel bunga biasa yah, ini mirip bunga sakura). Oiya, dapet miso soup juga lhoo xixixixi.

Tak lupa, ternyata dikasih welcome snack (iya apa bukan ya?) berupa seaweed goreng tepung, mirip kayak snek dari Thailand itu tuh, tapi menurut saya yang dari Ten Ten lebih enak, karena gak terlalu asin, pas.

Ini dia penampakan si jelita seaweed fried-nya

Yihhaaa mantap

Yihhaaa mantap

Terus ini adalah penampakan sajian utama saya:

fish katsu don

fish katsu don

Buat minumnya, saya pesen yang pasti refill, yaitu ocha ice, walaupun akhirnya cuma sekali refill T_T.

Rasa Fish Katsu saya lazis banget, ikannya lembut, nasinya enak, sayurnya enak, mayonnaise-nya enak. Sayangnya kurang banyka, tapi cukup mengenyangkan ternyata (sangat sih sebenarnya). Sup misonya enak banget, gak rasa ketiak kayak restoran jepang lain, enak sekaliii~ paling favorit adalah rumput laut tepung yang dahsyat!

Intinya enak banget tapi saya lupa harganya! Harganya masuk akal kok! Maaf ya! Saya akan balik ke sini lagi kalau ke PIM 1. Btw udah ya, buru-buru nih!

8.0 out 10.0!

Zippy Breakfast in Lotus Court

Hai pirsawan yang dermawan, kali ini perjalanan coolinair hinggap di salah satu restoran cina di bilangan Jakarta Selatan. Saya datang ke sini dalam rangka sarapan cantik bersama keluarga. Restoran ini adalah Lotus Court yang terletak di Plaza Pondok Indah 2, yang letaknya persis di sebelah Plaza Pondok Indah 1 (gak membantu), soal lokasi pastinya, di depan Indomaret dan panti pijat Bersih Sehat. Kalau masih belum nemu juga, jangan lupakan teknologi Google Maps dan jangan malu bertanya pada Pak Satpam yang baik hati. Penampakan luar restoran ini sekilas mirip dengan resto jadul yang urban banget dan lawas, berasa di Jakarta tempo dulu #apeu #enggakkok #biasaaja.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya memesan menu sarapan di Lotus, yaitu bubur dan aneka dim sum. Sebenarnya saya gak tahu menu apa saja yang ada di Lotus kalau pagi hari gini, tahu-tahu ayah saya pesan bubur dan dim sum ajah. Ahuy. Kalau untuk minuman, karena kami ada di restoran cina, so pasti minumnya Chinese Tea! Yeah!

Bubur

Menurut saya bubur di sini enak BANGET, kaldu ayamnya kerasa banget, beda sama bubur amang-amang yang ada di pinggir jalan atau yang sering lewat di kompleks saya. Untuk pelengkap bubur, dikasih potongan daun bawang segar, kulit pangsit goreng, dan cakwe (atau cakweh, cakue, cakueh?). Terus ada juga kecap asin dan sambal botol a-be-se. Sayang banget nih buat pedesnya mereka hanya kasih sambal a-be-se, saya berharap mereka nyediain sambel yang diulek sendiri, atau emang di Cina gak disediain kayak gitu? Ya sudahlah. TETEP ENAK.

Aneka Dim Sum

Untuk dim sumnya, ada lima jenis yang dihidangkan, saya tidak tahu nama-namanya, cuma kenal ceker sama siomay, sisanya saya cuma tahu ENAK. Dim sumnya menurut saya enak sekali, bikin pengen nambah terus.

Teh Cina

Ini teh cinanya enak deh, panas banget. Yang ajib adalah keramik di sini bagus. Begitu saya pegang cangkirnya, kok ga panas, jangan-jangan tehnya gak ngebul nih, yaudade. Pas saya minum tehnya, WOOOHHH PANAS MEMBARA MEMBAKAR LIDAH OH TIDAK. Langsung saya buru-buru makan dim sum cekernya untuk meredakan panas di lidah #alasan.

Yang bikin mencekik adalah begitu minta bonnya, DAHSYAT. Bikin kaget gitu. Silahkan Anda hitung sendiri deh berapa masing-masingnya #malas. Total saya makan di Lotus Court pagi itu adalah IDR 213000 sudah termasuk dengan pajak resto sebesar 10%.

Bon yang MENCEKIK

Kasih deh 7.8/10.0 untuk menu sarapan dari Lotus. Saya belum tahu rating keseluruhan, karena cuma sempet coba bubur sama dim sumnya. Tapi saya rekomendasiin dim sumnya buat Anda penggemar masakan cina. Btw, di sini beneran nuansanya jadul dan lawas lho, tampilan pelayannya kayak di tahun 70-80an, kayak di film-film warkop gitu, pakai kemeja putih, celana coklat muda, terus pelayan wanitanya pakai tatanan rambut yang klasik. Nah itu dia, daripada disebut lawas dan jadul, lebih pas klasik, bikin inget sama restoran jaman dulu di daerah Blok M sana. Beda sama restoran sekarang yang kebanyakan udah modernista, urban, hype, industrial, kyut, dan sebagainya. Bikin kangen jaman TK-SD. Yiihhaaaa!!

Udah ah, banyakan cotsnya.

Mr. Curry

Hai pirsawan, selamat hari lebaran ya semuanya 😀 maafkan segala kesalahan kontributor dalam menulis review tempat makan, itu semua hanya pandangan subjektif semata :”>

Kali ini saya akan mengulas tempat makan yang baru saya kunjungi kemarin (kebetulan gak puasa) di bilangan PIM 2, yaitu Mr. Curry. Restoran ini terletak di restaurant row di lantai paling atas PIM 2, cari aja yang interiornya adem2 menyejukkan mata.

Restoran ini menyajikan aneka masakan yg menggunakan bumbu kari. Di sini kita bisa pilih karinya sendiri, mau yg rasa apa, terus mau pedes atau gak, dan sebagainya. Tapi intinya dr makanan di sini adalah, ada nasi, terus disirem bumbu kental, yah selayaknya nasi kare yang suka ada di komik Doraemon.

Nilai plus dari resto ini adalah interiornya yang lucu dan ada maskot kucing dkk, kalo kata org jepang, “kawaii sugoi ne~.” Asiknya lagi karena ada tiruan makanan kare yang mengingatkan saya sama liburan ke Jepang beberapa tahun yang lalu. Huft, bayarin dong ke sananya.

20120819-081123.jpg

Di Mr. Curry juga suka ada promo per harinya, mayan buat yang oportumis (enggak kok, ini enggak typo)

20120819-081349.jpg

Untuk santap siang itu, saya pesen salmon horenzo omurice sesuatu (saya lupa lengkapnya, tapi ada horenzo atau horenso, yagitude) dan untuk minumnya saya pesen ocha dingin. untuk omurice, kita bisa pilih nasinya, mau butter rice atau tomato rice, saya pesennya butter rice.

20120819-081753.jpg

20120819-081926.jpg

Makanan saya kayak kebanjiran saus carbonara (kayaknya) gitu yah, hmm. Ayo kita ulas aja deh. Untuk menu omurice ini, seperti yang sudah diketahui kalau ini adalah nasi yang dibungkus dengan omelette, khas bekal ABG-nya jepang gitude yang suka dibikinin buat pacarnya, mau juga dong saya dibikinin begitu sama pacar #kode. Terus omurice ini disirem sama saus sesuatu, ada yang sausnya kari, tapi saya kebagian saus putih ini. Salmonnya ada di dalam saus putihnya, bukan di dalam nasinya. Soal rasa, hmm gimana ya, ternyata butter rice-nya sama aja kayak nasgor surabaya deket rumah saya. Nasi goreng pakai ayam fillet gitu terus dibungkus omelette. Jadi menurut saya kurang spesial gimana dan untuk saus putihnya, saya suka sih, tapi entah kenapa menurut saya kebanyakan dan membuat saya kurang berselera. Tapi emang sayanya aja sih yang bukan penggemar makanan yang tenggelam dalam saus, kalau katanya Gordon Ramsay ketika memarahi seorang finalis Hell’s Kitchen, “I can’t see the d*mn food!!”. Iya gak sih dia pernah ngomong gitu? Saya lupa. Intinya, kalo makanan yang pakai saus, ada baiknya enggak mengalahkan banyaknya lauk, sampai launya terendam, karena itu saus, bukan sup. Gitude, sok tau banget sih sayah.

Secara keseluruhan, saya gak dapat taste jepangnya, jadi berasa makan di restoran gahul gitu. Mungkin saya salah pilih menu, harusnya pilih yang kari beneran, karena memang itu specialty mereka, lain kali deh (#kode minta ditraktir). Buat ochanya, enak kok, selayaknya ocha pada umumnya.

Untuk harga saya bilang oke juga, ochanya IDR 13000, bisa diisi ulang, kalo omurice-nya IDR 59000-an kalo gak salah. Apa 60ribuan yah? Duh lupak. Di sini ada menu pencuci mulut yang kayaknya lazis, tapi saya enggak mesen, abisan kenyang banget. Lain kali deh #kode.

Saya kasih dah 7.2/10.0. Yook makan-makan lageeehhh.

Sensasi Hula 3 Dolphins Diner

Fiuh, akhirnya sempat lagi menulis di sini. Baru-baru ini saya bersama dengan teman-teman sejawat di STI08 (baca: Dera dan Romi) berkesempatan untuk makan di 3 Dolphins Diner yang merupakan reinkarnasi dari Aloha Aina yang dulu ada di Dago. Tutupnya Aloha Aina saya pikir akan menjadi akhir dari petualangan kuliner Hawaii, ternyata beberapa bulan setelahnya, dibukalah satu restoran yang inovatif bernama 3 Dolphins Diner (selanjutnya disingkat 3DD -> pegel). Memang sih, dulu saya pernah mengulas Aloha Aina, tapi di sini saya menemukan hal baru yang harus saya bagi dengan pirsawan sekalian (sok baik banget).

Lokasi 3DD terletak di Jalan Cigadung Raya Barat (lupa nomer berapa), yang jelas kalau dari arah Dago, restoran ini terletak di sebelah kiri, sedangkan kalau Anda masuk dari Tubagus Ismail, jangan lupa belok kiri ketika masuk ke Jalan Cigadung Raya terus restoran ada di sebelah kanan. Menurut saya sih, lokasi restoran ini terpencil banget, gak ada angkot yang lewat sini. Kalau mau ke sini terpaksa naik ojek dari Cigadung (yang dari Tubagus Ismail), pulangnya wallahu ‘alam. Sepi banget bro di sini.

Sampai di sini, ternyata restoran sangat sepi pirsawan!! Baru ada kami saja yang datang, padahal itu waktu buka puasa. Ini keuntungan buat saya sih sebenarnya fufufu. Kesan pertama saya adalah: kok tempatnya gini!?!? Ternyata kalau masuk ke dalam restoran ini baru tau uniknya. Karena sudah lapar sehabis seharian penuh berpuasa, ayo gak pake lama, langsung pesan!

Sedikit penampakan dalam restoran dan wajah teman saya, Romi :*

Peta pulau Hawaii

Lebih luas lagi tempatnya

Bunga hiasan di meja

Sebelum masuk ke makanannya, mari kita bahas dulu tempatnya. Menurut saya sih tempat ini enak, ada sofa-sofa buat duduk enak. Terus ada wi-finya. Terus ada semacam kereta trem gitu di luar area ini, unik pokoke. Lanjut ke makanannya. Karena melihat harga di buku menu yang tidak terlalu mencekik, saya sok-sokan pesan starter dulu (maklum, namanya kalap abis buka puasa). Saya pesan Crab Napoleon (starter), Salmon sesuatu (saya lupa, ini main dish), dan pesan Cinnamon Tea. Kalau Dera pesan Risotto sesuatu (lupa juga, ada cabbage-nya, btw ini starter), terus pesan Island Baked Dory (main dish), dan Strawberry juice. Sementara Romi pesan Loco Moco (iya gak sih Rom?), terus minumnya dia Ice Tea dan sementara saya dan Dera pesan starter, Romi pesan dessert Lavocado sesuatu (lupa, maklum ah, ingatan saya Mas Koki, hanya bagus untuk urusan akademis nguak nguak).

Nah untuk condiment-nya kami bertiga milih kentang goreng, tapi ini bukan sembarang kentang goreng lhoo! Jadi ini adalah baby potato, yang digoreng dan dikasih garam dan lada. FYI, kentangnya masih dengan kulitnya, jadi ada sensasi krenyes pas gigit kentangnya.

Mari kita ulas!

Loco Moco-nya Romi, karena sudut pengambilan fotonya gak oke, yang keliatan malah kentang semua -_-

Saya gak sempet nanyain sama Romi ini enak atau gak, tapi kayaknya enak, tapi gak gimana-gimana. Jadi kalau Loco Moco (kalo gak salah) ini ada daging burger yang di atasnya dikasi telur mata sapi, terus disajikan dengan kentang goreng a la 3DD. Yang saya suka sih jagung manisnya, manis dan enak. Seger. Tapi lupa euy harganya berapa, kayaknya sih 30 ribuan.

Island Baked Dory

Kalau Island Baked Dory ini dulu saya pernah makan pas masih Aloha Aina, menurut saya ini enak, daging ikannya lembut, memang ikan Dory itu enak sih. Jadi ini emang enak dan saya rekomendasikan buat yang ingin kemari hehe. Ini juga lupa harganya berapa, kayaknya sih 30ribuan.

kengor

Nah kentang goreng khas 3DD ini menurut saya enak, tapi sayangnya kurang netral buat saya. Maksudnya agak asin banget di beberapa tempat, ada yang asinnya biasa aja, ada yang asin banget, saya emang bukan penggemar makanan dengan rasa strong sih, yang biasa aja. Tapi ini minyaknya juga ngeri, banyak bro. Coba si kentang ini disajikan bareng daun basil atau oregano, keknya lebih lazis, atau barengan sama bawang bombay yang digoreng lama sampai caramelized atau sama bawang putih yang digoreng kering, pasti nambah tekstur dan cita rasa kentang. Tapi saya sok tahu aja sih.

Salmon sesuatu

Ini pesanan saya. Saya inget persis harganya berapa, IDR 32000. Harga yang murah untuk salmon yang dijadikan makanan utama. Ternyata salmon-nya kecil hiks. Nah salmon ini kata masnya, direbus setengah matang, jadi gak menghilangkan rasa asli salmon yang enak itu. Terus salmon diletakkan di atas potongan apel hijau, bawang bombay, dan beberapa sayuran misterius lainnya yang dikasih dressing sesuatu. Terus di atas salmon diletakkan rumput laut segar. Nah untuk makanan ini, saya bilang kurang cocok si rumput laut itu di atas salmon, bukan karena gak enak, tapi karena rumput lautnya asin banget. Menurut saya ada baiknya kalau rumput laut ini netral aja rasanya, gak usah asin banget, jadi gak merusak rasa salmon yang enak. Terus saya makan pakai kentang goreng labil yang ada bagian asin banget ada yang netral. Jadinya pusing saya makannya karena terlalu asin. Untungnya saya pesan Cinnamon Tea yang bisa netralin rasa asin dari lidah saya. Cinnamon Tea ini juga gak terlalu kuat rasa kayu manisnya, jadi enak gak terlalu pedas.. Gak kayak salah satu teh kayu manis yang pernah saya minum, saking kuat rasanya, sampai terasa pedas.

Risotto sesuatu

Risotto-nya Dera ini yang menurut saya juara. Hanya dengan harga IDR 125000 saja, kenyangnya sudah kayak makan berat. Jadi ini risotto (nasi Itali, pernah ada di Pizza H*ut) yang dikasih fillet ikan (iya gak sih ikan), terus ada cabbage-nya gitu. Ini menurut saya sudah mengenyangkan karena si risotto-nya sendiri sudah pakai krim. Kenyang.

Crab Napoleon

Ini starter yang saya pesan, ini harganya IDR 10000. Rasanya saya bilang enak! Jadi ini adalah kulit pangsit kering yang di atasnya dikasih isian daging kepiting, sayur, dan mayonnaise.. Kemudian ada saus hijau yang pedas. Menurut saya oke banget rasanya, segar, tapi kayaknya lebih asik kalau pangsitnya itu membungkus si adonannya itu, soalnya kalau terbuka makannya jadi repot dan belepotan. Tapi itu emang karena sayanya aja sih. Mana aja juga enak menurut saya.

Dan saya lupa foto Lavocado-nya Romi dan Strawberry Juice-nya Dera. Intinya sih Strawberry-nya kata Dera biasa aja, saya juga gak coba sih, saya percaya sama Dera. Kalau Lavocado itu semacam adonan kue alpukat yang gak jadi kue, terus dikasih saus coklat di dalam mug yang panas. Katanya Romi sih awalnya eneg dan rasanya agak gimana gitu, tapi abis juga.

Secara keseluruhan sih buat Anda yang kangen sama Aloha Aina, tenang saja, rasa tidak berubah kok. Tempat malah lebih bagus dibandingkan yang dulu, cuman jauh aja. Harga menurut saya sangat bersahabat malah, saya kemarin makan dengan starter gitu aja, totalnya IDR 56ribuan. Sebenarnya saya belum terlalu kenyang sih, tapi ada baiknya mengikuti sunnah Rasulullah, makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Pajak di sini juga unik, 12%. Asyiknya lagi buat kamu para kawula muda yang ngaku hype dan indie, di sini jual Red Velvet Cake dan Rainbow Cake! Tapi kayaknya sih porsinya gede, makanya saya kemarin gak jadi beli, takut gak abis.

Kasih dah 7.9 buat 3DD, the new Aloha Aina 😉 mau lagi deh kalau diajak ke sini, tapi sama yang terkasih yah #kode.

Uniknya Rumah Ubi

Setelah sekian lama tidak mengulas tempat makan, kini saya (kontributor favorit Anda khukhukhu) akan mengulas mengenai Rumah Ubi! Sesuai dengan namanya, toko ini menjual aneka makanan olahan dari bahan utama ubi. Ada ubi ungu dan ubi oranye, tapi lebih catchy ubi ungu menurut saya, warnanya sih yang bikin catchy.

Rumah Ubi menjual berbagai makanan ringan, mulai dari keripik, pie susu, bagelen, roti dan lain-lain. Saya kebetulan membeli tiga jenis makanan ringan dari tempat ini, yaitu bagelen, keripik, dan pie susu. Karena saya suka ubi ungu, jadi semuanya berbahan dasar ubi ungu yah. Keripiknya ada juga yang ubi oranye.

Berikut adalah penampakan dari snek-snek tersebut

Pie susu dan wajah chipmunk saya

Bagelen hip hop

KERIPIK UBI!!!!!!!!!

Ketiga makanan ringan ini saya beli dengan total harga IDR 61.500 (lumayan ya), saya lupa harga pastinya, kalau gak salah si keripik itu sekitar 14 ribuan, pie susu sekitar 20 ribuan, dan bagelen 20 ribuan. Menurut saya ini satu paket yang kita beli, udah termasuk banyak isinya, misal si pie susu itu ada 9 buah per bungkus. Kalau bagelen itu udah terbilang banyak banget menurut saya, yang standar si keripik.

Soal rasa, menurut saya cocok dengan lidah saya 😀 tidak terlalu manis dan lembuuuttt sekali rasa ubinya. Untuk pie susu ini wajib dibeli, semacam signature dari Rumah Ubi. Bagelennya juga enak sekali, manisnya enak, tapi yang saya beli ini adalah versi yang tidak terlalu manis, ada yang rasanya lebih manis, tinggal tanya saja ke Mbak penjaga tokonya. Untuk keripiknya memang datar, tapi manis yang subtle membuat rasa semakin nagih, btw ini gak terlalu manis, jadi memang cocok buat yang pengen ngemil tapi gak suka yang manis-manis.

Rumah Ubi ini terletak di Jalan Sawung Galing no. 2, Dago Bawah, Bandung. Nomor teleponnya 022-72222700. Rumah Ubi ini sebenarnya terletak di restoran Makan-makan yang dulu pernah kami ulas. Jadi mudah kan ya mencapai Rumah Ubi. Cocok buat Anda yang mau bawa oleh-oleh jenis baru dari Bandung.

Untuk rasa, keunikan, dan lain-lain, saya beri nilai 8.0/10.0. Sayang di sini belum bisa pakai kartu kredit dan kemarin pas saya mau bayar pakai kartu debit, malah nggak bisa. Sedih banget :’)

Ayo kita makan UBI!!!!!!!!!!!!

90 Gourmet

Interior 90 Gourmet

Pada hari Selasa, 12 Juni 2012 yang indah, saya dan beberapa teman menyambangi restoran 90 Gourmet di bilangan Riau. Letak restoran ini tidak jauh setelah Karnivor, kelihatan banget kok dari pinggir jalan. Kalau datangnya dari arah Dago, restoran ini letaknya di sebelah kanan jalan.

Yang baru saya tahu. ternyata di dalam 90 Gourmet ini ada 2 restoran, Azuma sama Orange Blossom, tapi gak ngerti juga sih, ngertinya cuma makannya aja.

penampakan dari Azuma

Lanjut ke pesanan!! Saya lupa apa saja yang dipesan oleh teman-teman saya, jadinya saya hanya akan membeberkan apa yang saya pesan dan kue Panacotta punya Niki. Jadi saya pesan Salmon Maki dan Broccoli au gratin, terus untuk minumnya Chamomile Tea (ini cocok untuk perut sensitif golongan darah AB). Niki pesan dessert yang menarik, yaitu Panacotta sesuatu, saya penasaran rasanya kayak apa.

Panacotta sesuatu-nya Niki

Salmon Maki

Cangkir Chamomile Tea

Poci Chamomile Tea

Broccoli au gratin

Mari kita ulas!!!

Salmon Maki-nya menurut saya enak, tapi kayaknya terlalu banyak nasinya, jadi salmonnya kurang gitu kerasa. Terus saya kurang gitu suka sama soy sauce di sini, asin banget, kurang lebih saya gak suka makanan saya terlalu asin, jadinya saya lebih suka makan gitu aja tanpa saus apa pun. Untuk Broccoli au gratin-nya saya bilang enak, karena gak pernah nemu menu kayak gini. Jadi ini adalah brokoli yang dimasak dengan keju mozzarella dan saus krim. Kejunya melting banget, tapi saus krimnya encer banget, jadi netes-netes makannya, jorok :(( tapi masih bisa diatasi kok dengan cara makan yang hati-hati.

Untuk Chamomile Tea, 90 Gourmet menggunakan teh dari Twinings, jadi rasa sudah terjaminlah ya.

Nah ini dia jawaranya, untuk Panacotta-nya saya bilang enak, goyangan di piringnya juga sadis banget (yang udah pernah makan Panacotta sebelumnya harusnya tahu maksud saya apa), worth to try.

Saya rasa makan di sini sangat enak dan benar-benar memanjakan mata sekaligus lidah. Oiya, sekedar memberi tahu, dari hari Senin hingga Jumat dari pukul 2 siang hingga pukul 5 sore, ada diskon 25%, jadi yang mau hemat dan makan enak boleh ke sini. Tapi gak tahu sih ampe kapan diskonnya, cepet-cepet aja. Terus, diskon ini berlaku untuk jam keluarnya bon, jadi meski kita datang dari jam 2, terus minta bonnya jam 6 sore, ya kena harga biasa, jadi pastiin aja sebelum jam 5 udah minta bon meskipun masih mau lama-lama di sana. Anak baik boleh tiru ya.

Bon yang udah kena diskon

Menurut saya harga di sini decent sih, tapi ada beberapa makanan yang harganya lebih mahal dibandingkan dengan restoran yang serupa. Nah ini harganya berdasarkan apa yang bisa saya ingat:

Chamomile Tea –> IDR 20000
Broccoli au gratin  –> IDR 21000 (iya gak ya)
Salmon Maki –> IDR 16000
Panacotta sesuatu –> 20 rebu sesuatu (lupa)

Untuk rasa, saya beri nilai 8.0/10.0!!! Oiya, di sini juga jual cupcake Butter Creme yang katanya lazis itu, ada red velvet yang hips juga lho.

Tentang HEMA, Tulip dari Belanda

Buku menu HEMA

Judul post ini memang najis, tapi isinya tidak akan sejijik judulnya. Berawal dari pandangan pertama di restaurant row PVJ, restoran HEMA ini terlihat eye-catchy karena ada bunga tulip di dalamnya sebagai interior resto. Saya sedikit banyak penasaran dengan rasa makanan di restoran ini, apakah mungkin menggelinjang di lidah juga seperti resto Indo-Belanda yang dulu pernah saya kunjungi di bilangan jalan Sumatera?

Restoran ini memiliki atmosfer oranye dan bunga tulip dimana-mana, sudah jelas kalau tema yang mau diangkat adalah tentang kebelanda-belandaan. Terasa aura jadulnya dan diperkuat dengan adanya pajangan yang mirip dengan yang ada di rumah nenek saya (jangan-jangan itu memang pajangan milik nenek saya).

Pajangan ala nenek

Memang ya kalo resto seperti ini akan mengangkat tema kenenek-nenekan yang bikin kita kangen rumah nenek. Lanjut ke pesanan. Saya hari itu kebetulan belum makan nasi sebiji pun, makanya meski tampak menu steak-nya sedikit banyak menggoda, tapi saya tidak mau makan kentang, inginnya nasi. Pilihan makanan saya jatuh pada HEMA Rice, yang kalau dilihat dari namanya seperti specialty dari restoran ini (sok tahu), untuk minumnya saya pesan Chamomile Tea. Sedangkan teman saya pesan Blackberry Tea.

Tidak lama kemudian, datanglah pesanan kami, yang penampakannya sebagai berikut.

HEMA Rice

Chamomile Tea

Blackberry Tea

Mari kita ulas!!

Untuk HEMA Rice, saya rasa sih tidak ada yang begitu spesial. Ayam goreng tepung itu sepertinya adalah chicken schnitzel, terus saus yang di piring kecil adalah saus BBQ biasa, nasinya nasi putih, sayurannya sih menurut saya enak, jagungnya manis. Mengenyangkan, tapi tidak memberikan experience yang berbeda ketika merasakan makanannya, istilahnya mirip masakan rumahan bikinan sendiri.

Untuk Chamomile Tea-nya, agak meragukan di awal, karena warnanya yang sama saja dengan black tea pada umumnya, saya sempat kira salah pesanan. Tapi rasanya sih chamomile. FYI, Chamomile Tea-nya pakai daun tehnya langsung, bukan yang dalam kemasan seperti TWG atau Dilmah. Untuk Blackberry Tea, sepertinya baik-baik saja seperti lagunya duo Ratu di jaman dulu itu.

Soal harga, saya bilang di sini standar restoran saja, berikut harganya:

Chamomile Tea –> IDR 20000
Blackberry Tea –> IDR 17000
HEMA Rice –> IDR 39000

Total kami makan di sana adalah IDR 83600, sudah termasuk pajak 10%!!! Tumben ya, restoran lain sudah 15% padahal.

Sebagai tambahan daya tarik, di HEMA resto ini waktu saya datang tidak begitu ramai, ada kursi sofa (nggak bentuk sofa juga sih, cuma empuk aja) di pinggir-pinggir restoran dan pasti di setiap kursi tersebut ada colokan listrik. CUCOK BANGET BUAT YANG OPORTUNIS. Terus di dalam resto ini udah ada musholla-nya sendiri, jadi ngga perlu keluar dari lingkungan restoran kalau mau beribadah sholat. Intinya sih cocok buat yang bakalan berlama-lama. Kayaknya emang restoran ini dirancang untuk orang yang mau kerjain sesuatu dan bawa peralatan elektronik. Mungkin kalau mau lebih oportunis, bawa terminal aja, jadi kalo ramean gak perlu tukeran colokan (anak baik gak boleh tiru ya)

Untuk rating saya beri 7.3/10.0!! Ayo makan-makan!!!!

Hampir lupa, ini wajah bahagia kami setelah selesai santap malam di HEMA.

bahagia