Cita Rasa Daging Bersama Haji Hadori

Apa kabar duniaaaa~

Duh sudah lama tidak membuat post mengenai kuliner Bandung, padahal sudah melanglang buana kemana-mana… huft. Baiklah, pada kesempatan berbahagia kali ini, saya akan berbagi cerita mengenai pengalaman saya mencicipi daging kambing dari rumah makan Haji Hadori.

Lokasi Hadori ini bisa dibilang tersembunyi, bahkan yang orang Bandung aja belum tentu tahu. Yang jelas, Hadori ini letaknya di belakang stasiun, untuk mencapainya betul-betul kita perlu belok ke kiri kalau udah deket-deket sama terminal angkot (beneran terminal gak ya, saya lupa), terus ntar masuk lagi ke suatu kawasan yang jalan masuknya ada lagi. Ngga nyangka banget ada rumah makan di sini, karena emang kawasannya tersembunyi banget, saya dan rombongan mungkin juga gak akan sampai kalo saya ngga liat ada papan bertuliskan “Hadori”. Kata orang sih tempat ini adalah daerah prostitusi, emang bronx gitu sih dan agak-agak creepy gimana.

Di Hadori, saya penasaran sama tongseng kambingnya yang kata temen saya enak. Di sini juga jual sate ayam, kambing, dan sapi. Jadi buat yang nggak suka kambing, gak perlu khawatir, mereka masih jual sate ayam dan sapi yang rasanya ciamiks. Di sini tongsengnya cuma ada tongseng kambing yupz, beda dengan Pak Gino yang menyediakan tongseng sapi juga.

Setelah menunggu beberapa saat, sambil menyeruput teh tawar panas (gratis lho, biasa namanya juga mahasiswa) datang juga tongseng kambing saya. Ini dia tongsengnyaa~

Tongseng kambing ala Hadori

Dari penampakannya sih sebenernya membuat saya kurang tergoda, karena kuahnya banyak banget, jadi gak menampakkan daging kambingnya. Mari kita cicip. Ternyata rasanya boleh juga, daging kambingnya memang enak, kuahnya yang saya agak kurang suka, terkesan datar. Berbeda dengan tongseng kambing Pak Gino yang kuah santan gurih, kuah Hadori ini hanya air biasa yang ditambah rempah-rempah, memang jadi tidak gurih dan lebih ke arah sup. Tapi asyiknya di tongseng hadori ini banyak sayurannya, mulai wortel, sawi, dan kol😀 .

Untuk satenya, ini dia penampakannya:

Sate Pak Hadori

Ini kalau tidak salah adalah penampakan sate kambing, teman saya ada jg yang pesan sate ayam. Kita mulai dengan sate ayam, dagingnya boleh dibilang enak, juicy gitu, pas buat yang demenan ama ayam. Kalau sate kambingnya yah selayaknya sate kambinglah, dagingnya enak. Sayangnya sate ini punya kelemahan, bumbunya kurang meresap ke dalam daging, jadinya agak-agak tasteless gitu. Bumbu kacang dan kecapnya juga gak membantu makanan di sini menjadi gurih, jadi serba datar. Saya sih mikirnya mungkin si Pak Hadori ini gak pakai bumbu penyedap apa pun, semacam vetsin dkk, tapi bukan menjadi alasan harusnya untuk makanan yang tidak gurih😉 .

Sejujurnya saya lupa berapa harga makanan di sini, tapi seingat saya nasi+tongseng atau sate itu cukup dengan Rp 20.000-30.000, pokoknya bayar pake Rp 50.000 masih dapet kembalianlah. Hohoho.

Rating yang saya berikan untuk Hadori adalah 6.0/10.

P.S.: Oiya, di dekat Hadori ini kalau malam ada Perkedel Bondon, cucok buat yang insomnia malem-malem (bukanya jam 11 malam ke atas). Perkedelnya sebenernya biasa aja, gurih sih, tapi isinya cuma sayuran aja ga pake daging. Yang istimewa adalah ketika makan perkedel ini, berasa masukin kentang yang ukurannya mini ke dalam mulut kita, berasa makan satu kentang gitcyu deh :’D . Ayo kita jalan-jalan lagi dan makan-makan lagi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s