No need to rush for SugaRush!

Pada sore hari yang indah, kontributor Coolinair yang paling cantik (baca: saya) bersama dengan para sahabat yang mure (alias murah) mencoba pergi ke bilangan Braga untuk menyantap makanan manis-manis, yaitu di SugaRush. Resto ini bolehlah namanya SugaRush, tapi ternyata tidak terlalu mengedepankan makanan manis mereka, kenapa? Untuk tahu lebih lanjut, mari kita tilik postingan di mari.

Lokasi SugaRush adalah di Braga, lebih tepatnya di depan Braga Permai. Ada plang warna merah dengan logo mereka yang eye-catchy. 

Logo SugaRush

Pertama kali datang, nuansa yang ditawarkan adalah penuh dengan barang-barang, semisal guci, lampu gantung, dan sebagai macam, kalau kata teman saya, mirip warehouse atau bahasa gaulnya adalah gudanx, jadi ada nuansa retroistic, tapi ada modern juga. Ya gitu deh.

guci

Sayangnya keadaan resto tadi sore sungguh nestapa ramainya, memaksa kami mengantri di sebelah counter kue. Di etalase kue (apa sih tuh namanya yg pake kaca-kaca itu), ada beberapa pilihan cake yang tampai ciamik, salah satunya adalah rainbow cake yang sangat menggoda. Saat itu, rainbow cake tinggal satu, saya yang dari dulu penasaran dengan rasanya, berdoa dengan sungguh-sungguh agar tidak ada satu pun manusia yang akan menyantap kue itu. Ternyata doa saya tidak dikabulkan, potongan terakhir itu pun habis dilalap orang. Nasib. Tapi mungkin saja mereka masih punya stok kue pelangi itu lagi.

Kemudian setelah menunggu lama, sambil elap iler sana sini karena sudah tidak tahan ingin mencoba kuenya yang tampak lazis itu, kami akhirnya ditempatkan di daerah yang agak masuk ke dalam. Kemudian setelah duduk, pelayannya memberikan daftar menu. Yang aneh, di daftar menu tidak ada kue yang seharusnya menjadi andalan SugaRush (karena namanya mencerminkan manis seperti saya), ternyata kata pelayannya kalau mau makan kue, harus pesen ke counter di depan. KOK REPOT SIH?!? Ngga kok ngga papa, ngga marah, ngga tersinggung, cuma males gerak aja. Jadilah saya pesan rainbow cake kalau ada, kalau tidak ada ya terpaksa red velvet, kue sejuta umat. Ternyata kue pelangi tadi memang adalah last piece, sambil menahan rasa pedih, saya akhirnya pesan si merah saja. Untuk minumnya, saya ingin yang hangat-hangat dan tidak biasa untuk mengimbangi rasa manis kue, jadi pesannya hot tea rose with french vanilla. Sedangkan dua teman saya memesan kue choco avocadoblueberry smoothies, macaron, red velvet (lagi), dan hot caramel macchiato (bener gak ya? Anggep aja bener deh).

Agak lama menunggu, akhirnya pesanan kami datang, pertama adalah teh saya dulu. Lumayan, dikasih teko yang imut dan pegangannya tidak biasa. Maaf ya saya lupa foto teko lucu ini. Kemudian datang minuman lainnya. Selanjutnya keluar kue kami. Okeh saatnya kita ulas!

red velvet

Untuk rose hot tea, saya suka sekali. Pas untuk mengimbangi manisnya wajah saya red velvet saya, jadinya saya tidak tambah gula lagi, toh rasa aslinya sudah enak dan agak manis. Untuk red velvet-nya juga enak, tapi rasanya belum seenak itu. Ada beberapa bagian yang pahit, walau ada krim kejunya yang mengimbangi. Untuk choco avocado-nya tidak terlalu manis, jadi cocok buat yg gak gemar manis-manis, tapi alpukatnya kerasa banget, berasa asli itu adalah alpukat yang dikocok pake sendok. Tekstur si choco avocado ini juga lembut semua karena dari krim, berbeda dengan red velvet yang ada sponge cake-nya dan dikasih keju per layer kuenya. Kata teman saya, blueberry smoothies-nya kurang enak, saya percaya karena memang teman saya ini penggemar smoothies, jadi sudah mumpuni soal yang lembut-lembut. Aiya lupa, tadi temen saya pesan macaron-nya, menurut saya enak, rasanya manis manis imut, dan tidak terlalu manis yang jelas, terus tidak terlalu krispi, sehingga ga bikin gigi sakit. Sayangnya si macaron ini imut-imut kayak badan saya. Jadi gak puas~

Nah menurut saya porsi kue di sini udah bikin kenyang dan eneg (buat cewe) jadi mending ke sini belum makan apa-apa biar gak eneg. Saya tadinya mau pesen chicken buffalo (ayam bumbu gitu) tapi karena udah kenyang ama kue, langsung membatalkan niat. Begitu liat meja sebelah, ternyata si mbak tetangga pesen red velvet ama chicken buffalo, waduh gak kebayang kenyang dan enegnya kayak apa. Hebatnya dia habis lho. Entahlah. Oiya buat yang ga suka kue, di sini ada makanan asinnya kok, sayang harganya yagitudehbanget, starter-nya aja bikin kantong bolong, huft~ tapi kalau untuk makanan utamanya, harganya udahokebangetdeh.

Nah di sini saya akan menjelaskan mengapa saya bilang daya tarik utama SugaRush bukan di kuenya. Memang sih etalase kuenya terletak dekat dengan pintu masuk, tapi stok kue mereka itu dikit. Contoh seperti kue pelangi, potongan tadi sore jam 4 kurang itu adalah yang terakhir, padahal mereka masih buka sampai malam, kok sudah habis. Sudah gitu kebanyakan kue jam segitu sudah menipis stoknya, jangan sampai mereka hanya jual macaron. Beda jika dibandingkan dengan H*rvest yang memang fokusnya di makanan manis mereka, jadi mereka selalu ada stok. Sempat kecewa sih dengan habisnya salah satu kue, tapi ya sudahlah, mungkin emang bukan rejeki saya, harus rela, harus ikhlas. Semoga ke depannya SugaRush bisa memperbanyak stok kue pelangi mereka (amin).

Overall, saya suka dengan pengalaman makan kue di sana, lain kali mungkin saya akan coba makanan asinnya, tapi memang sejauh saya lihat menunya tidak ada menu spesial yang jadi signature dish-nya SugaRush, yah tapi patut dicoba.

Soal harga saya rasa masih oke, saya cuma ingat harga pesanan saya

Red velvet -> IDR 20.000
Hot tea rose syalala -> IDR 12.000

Total IDR 37.000 sudah dengan pajak 15%-nya. Untuk rating saya beri 6.0/10. Oke ayo kita makan-makan lagi!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s